Sabtu, 14 Mei 2011

SKRIPSI PAJAK DAERAH KABUPATEN MALANG

ANALISIS VARIABEL – VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PAJAK REKLAME DI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK
Pajak Reklame merupakan salah satu macam sumber penerimaan Pajak Daerah yang penting bagi Kabupaten Malang. Hal ini terbukti selama tahun anggaran 1994–2009 penerimaan Pajak Reklame mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Perkapita, Jumlah Penduduk, dan Jumlah Industri, terhadap penerimaan Pajak Reklame di Kabupaten Malang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan masukan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, Data diperoleh dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah. Teknik analisis yang digunakan adalah Elastisitas dan analisis regresi yang digunakan adalah regresi linear berganda (Multiple Linier Regression Method) dengan persamaan kuadrat tekecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial dan F-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan tingkat signifikansi 5 persen.
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel PDRB Perkapita, Jumlah Industri secara parsial signifikan terhadap penerimaan Pajak Reklame dengan tingkat signifikan kurang dari 5 persen. Sementara variabel Jumlah Penduduk menunjukkan hasil yang tidak signifikan berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Reklame dengan tingkat signifikansi lebih dari 5 persen sebesar 6,1 persen. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel independen (Jumlah Penduduk, Jumlah Industri, dan PDRB Perkapita) secara bersama-sama dapat menunjukkan signifikan berpengaruh terhadap penerimaan Pajak Reklame dengan tingkat signifikansi kurang dari 5 persen sebesar 0,000. Nilai R-squared sebesar 0,935 yang berarti sebesar 93,5 persen variasi penerimaan Pajak Reklame dapat dijelaskan dari variasi ketiga variabel independen. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 6,5 persen dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model.
Kata kunci : Jumlah Penduduk, Jumlah Industri, PDRB Perkapita, Pajak Reklame.


ABSTRACT

Advertisement Tax represent is one of Regional Tax revenue which necessary for the Malang Regency. This matter was proven during the fiscal year1994-2009 income of Advertisement Tax revenues was increased. The purpose of this research was to analysis the influence of Total Population, Number of Industry and Per Capita Gross Regional Domestic Product of Advertisement Tax receipts in the Malang Regency .The Results of this research is expected to give some benefit and input for the Local Government of Malang Regency, particularly the Office of Financial Management Regions. Regression model used was Elasticity and Multiple Linear Regression Method with least square and hypothesis test use t-statistic to test coefficient of regress partial and F-Statistic to test to mean influence by together with level of significant 5 percent.

Partial test results indicate that Total industry, and GDP per capita together can show its significant influence on Advertisement Tax revenue with significantly less on 5 persnt. And than total population test results indicate that not significant influence on Advertisement Tax revenue with significantly more on 5 persnt was 6,1 persent. While Simultaneously test results indicate that overall independent variables (Total Population, Total industry, and GDP per capita) together can show its influence on Advertisement Tax revenue with significantly less on 5 persnt was 0,000. R-squared value for 0,935 amounted to 93,5 percent which means the Advertisement Tax revenue variation can be explained from variations of the three independent variables. While the rest that is equal to 6,5 percent is explained by another causes outside the model.

Keyword : Total Population, Number of Industry, GDP Per Capita, Advertisement Tax.




By: Suhaimi.
Universitas Gajayana Malang

Sabtu, 01 Januari 2011

SKRIPSI Univ.Gajayana


PELAPORAN PAJAK TANGGUHAN SEBAGAI UPAYA MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN YANG LEBIH RELEVAN DAN INFORMATIF
(Studi Kasus Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Batu Artorejo)
ABSTRAK
Perkembangan dunia bisnis semakin lama semakin pesat. Tentunya hal ini menimbulkan kompleksitas aktivitas bisnis yang dilakukan sebagai upaya menciptakan continuitas usaha. Hal ini berakibat pada perlakuan akuntansi yang digunakan, mengingat fungsi akuntansi sebagai perekam segala aktivitas bisnis yang dijalankan. Laporan keuangan yang dihasilkan merupakan ringkasan dari aktivitas bisnis, sebagai media komunikasi antara pihak manajemen dengan para investor, kreditor dan pengguna lainnya. Tentunya laporan keuangan ini harus memiliki nilai yaitu informasi harus bermanfaat bagi pengguna. Untuk bisa memiliki nilai suatu informasi harus memenuhi unsur relevansi dengan kebutuhan para pengguna. Seiring berkembangnya dunia akuntansi dan perpajakan, perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan oleh keduanya (akuntansi dan pajak) yang mana keduanya sama-sama diberlakukan pada entitas bisnis menimbulkan sedikit kerumitan dalam meyampaikan informasi dalam statemen keuangan. PSAK No. 46  menjembatani masalah tersebut untuk dijadikan pedoman dalam penyajian suatu transaksi yang timbul di mana transaksi tersebut berbeda dalam pengakuan dan pengalokasian oleh keduanya (akuntansi dan pajak), sehingga informasi yang disampaikan melalui statemen keuangan lebih bermutu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran tentang bagaimana penerapan PSAK No. 46 dalam meningkatkan relevansi laporan keuangan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Batu Artorejo . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan pendekatan studi kasus  dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Batu Artorejo, pada laporan keuangan perusahaan setelah dilakukannya penerapan PSAK No. 46, terdapat pos baru pada laporan keuangan tersebut yaitu  aktiva(manfaat) pajak tangguhan. Aktiva(manfaat) pajak tangguhan yang diperoleh dari perhitungan adalah sebesar Rp. 744.377. Aktiva(manfaat) pajak tangguhan menunjukan penghematan beban pajak periode mendatang yang bisa dilihat pada neraca. Sedangkan aktiva(manfaat) pajak tangguhan dilaporkan dalam laba/rugi sebagai pengurang beban pajak tahun berjalan(pajak kini). Dari sini dapat dilihat bagaimana aktiva(manfaat) tangguhan tersebut mempengaruhi posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Penerapan PSAK No. 46 ini menghasilkan laporan keuangan lebih relevan dan informatif. Untuk itu sebaiknya perusahaan mulai menerapkan PSAK No. 46 supaya laporan keuangan yang dihasilkan lebih berkualitas.

Kata Kunci:, PSAK No. 46, Pajak Tangguhan, Relevan, Informatif





Dwi Antono, UGM (Universitas Gajayana Malang)

Senin, 13 Desember 2010

PELATIHAN DAKWAH SE-JATIM OLEH UIN MALIKI & DIKTI, UGM (Univ.Gajayana Malang) IKUT PARTISIPASI.



Pejuang kebenaran
Para organisatoris kampus dari perwakilan 23 kampus terbaik Se-JATIM itu sangat antosias mengikuti pelatihan Dakwah, yang ditempatkan di Hotel Faladelfila Batu dari tanggal 10-12 Desember 2010, ada berbagai program yang disiapkan oleh pihak panitia sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik seperti:  Problem statement, Peran organisasi kerohanian di perguruan tinggi, Manajemen dakwah, Pendekatan dan pemetaan obyek dakwah, Retorika dakwah, Psikologi dakwah, Best practice pengembangan dakwah, hingga pada akhirnya ada suatu Action Plan dalam kegitan ini yang diterapkan di masing-masign kampus.

Kesan dan pesan dari peserta pelatihan sungguh begitu semarak ketika disampaikan di podium, saya pun sangat senang sekali bisa bertemu dengan pejuang dakwah kampus se-jawa timur, terasa perjuangan kami tidak hanya sendiri. Begitu banyak hal yang kita dialogkan dengan temen-temen sampai lupa waktu, baru stelah jam 2 bisa istirahat malem,,” ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh Allah bagi pejuang dakwah,,sangat lebih dari standar mahasiswa, apa lagi hidangnya, luar biasa, udah dapat ilmu dan memperbaiki gizi” hemy
Poko’e tak kerah e kaloppaeh






Selasa, 27 Juli 2010

INFO PIMNAS TERBARU

Add caption
PIMNAS XXIII DENPASAR BALI
Unforgattable, itulah kata yang pantas aku urai di wab ku ini, begitu banyak kenangan dengan temen-temen  dari universitas Se-tanah air Indonesia.

Ketika pembukaan PIMNAS di Arts centre Denpasar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional dan di iringi dengan tarian khas bali yang begitu indah dan mencegangkan (for me)





PATUNG KUDA NGURAHRAI BALI
ni saya lagi foto-foto ama kakak gue yang ada di bali,,,,ada yang spektakuler dalam kejadian ini yaitu..foto ini di ambil pada waktu jam 03.00 malam...jd agak gelab deh.






PIMNAS XXIII di Universitas mahasaraswati (UNMAS), Denpasar Bali, boleh saja telah berakhir pada 23 Juli 2010 yang lalu, di mana Universitas Gajahmada secara agregat berhasil menjadi juara umumnya dan berhak memboyong piala bergilir Menteri Pendidikan Nasional “adhikarta Kertawidya” 
Akan tetapi suasana akademis, luapan emosi kompetisi untuk menampilkan hasil kreatifitas dan penalaran terbaik di ruang-ruang presentasi, aura pembauran seluruh wakil terbaik kampus Indonesia di setiap sudut rendezvous, suka cita menanti dan mendengarkan para pemuncak di malam penutupan pasti masih terngiang dan terpatri dalam ingatan para peserta. Kepalan tangan kepuasan dan tengadah dua tangan sebagai rasa syukur bagi sang juara, maupun getaran emosi dan linangan air mata bagi peserta yang belum menjadi juara,  serta tekad bagaimana bisa tampil lagi di ajang PIMNAS tahun depan dan melakukan yang terbaik, pasti masih terbawa dalam batin masing-masing peserta. Itulah kesan. Itulah kenangan.




Mr. Hemy PHOTO DEPAN MASKOT PIMNAS

Rabu, 12 Mei 2010

NEGERI 5 MENARA

Kisah lima sahabat yang sedang mondok di sebuah pesantren, dan kemudian bertemu lagi ketika mereka sudah beranjak dewasa. Uniknya, setelah bertemu, ternyata apa yang mereka bayangkan ketika menunggu Azhan Maghrib di bawah menara masjid benar-benar terjadi. Itulah cuplikan cerita novel laris Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.

Ahmad Fuadi yang berperan sebagai Alif di novel itu berkisah, ia tak menyangka dan tak percaya bisa menjadi seperti sekarang ini. Pemuda asal Desa Bayur, Maninjau, Sumatera Barat itu adalah pemuda desa yang diharapkan bisa menjadi seorang guru agama seperti yang diinginkan kedua orangtuanya. Keinginan kedua orangtua Fuadi tentu saja tidak salah. Sebagai “amak” atau Ibu kala itu, menginginkan agar anak-anaknya menjadi orang yang dihormati di kampung seperti menjadi guru agama.

“Mempunyai anak yang sholeh dan berbakti adalah sebuah warisan yang tak ternilai, karena bisa mendoakan kedua orangtuanya mana kala sudah tiada,” ujar Ahmad Fuadi mengenang keinginan Amak di kampung waktu itu.

Namun ternyata Fuadi alias Alif mempunyai keinginan lain. Ia tak ingin seumur hidupnya tinggal di kampung. Ia mempunyai cita-cita dan keinginan untuk merantau. Ia ingin melihat dunia luar dan ingin sukses seperti sejumlah tokoh yang ia baca di buku atau mendengar cerita temannya di desa. Namun, keinginan Alif tidaklah mudah untuk diwujudkan. Kedua orangtuanya bergeming agar Fuadi tetap tinggal dan sekolah di kampung untuk menjadi guru agama. Namun berkat saran dari ”Mak Etek” atau paman yang sedang kuliah di Kairo, akhirnya Fuadi kecil bisa merantau ke Pondok Madani, Gontor, Jawa Timur. Dan, disinilah cerita kemudian bergulir. Ringkasnya Fuadi kemudian berkenalan dengan Raja alias Adnin Amas, Atang alias Kuswandani,Dulmajid alias Monib, Baso alias Ikhlas Budiman dan Said alias Abdul Qodir.

Kelima bocah yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Gontor ini setiap sore mempunyai kebiasaan unik. Menjelang Azan Maghrib berkumpul di bawah menara masjid sambil melihat ke awan. Dengan membayangkan awan itulah mereka melambungkan impiannya. Misalnya Fuadi mengaku jika awan itu bentuknya seperti benua Amerika, sebuah negara yang ingin ia kunjungi kelak lulus nanti. Begitu pula lainnya menggambarkan awan itu seperti negara Arab Saudi, Mesir dan Benua Eropa.

Melalui lika liku kehidupan di pesantren yang tidak dibayangkan selama ini, ke lima santri itu digambarkan bertemu di London, Inggris beberapa tahun kemudian. Dan, mereka kemudian bernostalgia dan saling membuktikan impian mereka ketika melihat awan di bawah menara masjid Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur.

Belajar di pesantren bagi Fuadi ternyata memberikan warna tersendiri bagi dirinya. Ia yang tadinya beranggapan bahwa pesantren adalah konservatif, kuno, ”kampungan” ternyata adalah salah besar. Di pesantren ternyata benar-benar menjujung disiplin yang tinggi, sehingga mencetak para santri yang bertanggung jawab dan komitmen. Di pesantren mental para santri itu ”dibakar” oleh para ustadz agar tidak gampang menyerah. Setiap hari, sebelum masuk kelas, selalu didengungkan kata-kata mantera ”Manjadda Wajadda” jika bersungguh-sungguh akan berhasil.

”Siapa mengira jika Fuadi yang anak kampung kini sudah berhasil meraih impiannya untuk bersekolah dan bekerja di Amerika Serikat? Untuk itu, jangan berhenti untuk bermimpi,” ujar Ahmad Fuadi memberikan nasihat. ( end )

Selasa, 13 April 2010

Teori Pengambilan Keputusan

Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi:
1.Penilaian situasi (Situational Approach) untuk menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?”
2. Analisis persoalan (Problem Analysis) dari pola pikir sebab-akibat
3. Analisis keputusan (Decision Analysis) didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan
4. Analisis persoalan potensial (Potential Problem Analysis) didasarkan pada perhatian kita mengenai peristiwa masa depan, mengenai peristiwa yg mungkin terjadi & yg dapat terjadi

Beberapa teknik dalam pengambilankeputusan



􀂾 Certainty:
Jika semua informasi yg diperlukan untuk membuat keputusan diketahui secara sempurna & tdk berubah
􀂾 Risk:
Jika informasi sempurna tidak tersedia, tetapi seluruh peristiwa yg akan terjadi besarta probabilitasnya diketahui
􀂾 Uncertainty:
Jika seluruhinformasi yg mungkin terjadi diketahui, tetapi tanpa mengetahui probabilitasnya masing-masing
Certainty Risk Uncertainty

Conflictf :
Jika kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan berada dalam pertarungan aktif diantara kedua belah pihak, sementara keputusan certainty, risk & uncertainty yang aktif hanya pengambil keputusan
Tujuan analisis keputusan (Decision Analysis):
Mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif yang tersedia yang berhubungan dengan kriteria & mengidentifikasi risiko yang melekat pada keputusan tersebut

Management Science dalam pengambilan keputusan
1. Pengambilan keputusan berdasarkan tujuan pengambilan keputusan
2. Pengambilan keputusan berdasarkan informasi & analisis
3. Pengambilan keputusan untuk tujuan ganda
4 Penekanan yg meningkat 4. pd produktivitas:
- produktivitas SDM
- manajemen modal & material yg efektif
- proses pengambilan keputusan yg efisien
5. Peningkatan perhatian pd perilaku kelompok
6. Manajemen modal, energi & material yg efisien
7. Manajemen ttg segala kemungkinan yg lebih sistematis
8. Lebih beraksi dg faktor eksternal (ex: pemerintah, situasi internasional, faktor sosial, ekonomi, lingkungan, perubahan situasi pasar, selera konsumen, pesaing, dll)

Kamis, 01 April 2010

BIDADARI UNTUK UMAR R.A.


Umar r.a. adalah salah satu dari sahabat Rasulullah s.a.w. Semenjak ia memeluk Islam kaum muslimin seakan memperoleh suatu kekuatan yang sangat besar. Sejak itulah mereka berani solat dan tawaf dikaabah secara terang-terangan. Umar r.a. adalah seorang yang wara, ia sangat teliti dalam mengamalkan Islam. Umar r.a. mempelajari surah Al-Baqoroh selama 10 tahun, ia kemudian melapor kepada Rasulullah s.a.w. , "Wahai Rasulullah s.a.w. apakah kehidupanku telah mencerminkan surah Al-Baqoroh, apabila belum maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya".Rasulullah s.a.w.  menjawab, "Sudah..."!. Umar r.a. mengamalkan agama sesuai dengan kehendak Allah s.w.t. Kerana kesungguhannya inilah maka banyak ayat di Al-Quran yang diturunkan Allah s.w.t. berdasarkan kehendak yang ada pada hatinya, seperti mengenai pengharaman arak, ayat mengenai hijab, dan beberapa ayat Al-Quran lainnya.

Rasulullah s.a.w. seringkali menceritakan kepada para sahabatnya mengenai perjalannya mi'raj menghadap Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w. sering pula menceritakan bagaimana keadaan surga yang dijanjikan Allah s.w.t. kepada sahabat-sahabatnya. Suatu hari ketika Rasulullah s.a.w. dimi'rajkan menghadap Allah s.w.t. malaikat Jibril a.s. memperlihatkan kepada Rasulullah s.a.w. taman-taman surga. Rasulullah s.a.w. melihat ada sekumpulan bidadari yang sedang bercengkrama. Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya. Bidadari itu menyendiri dan tampak sangat pemalu. Rasulullah s.a.w.  bertanya kepada Jibril a.s., "Wahai Jibril, bidadari siapakah itu"?. Malaikat Jibril a.s. menjawab, "Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu Umar r.a.". Pernah suatu hari ia membayangkan tentang surga yang engkau ceritakan keindahannya. Ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari yang lainnya. Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu. Kerana sahabat-mu itu selalu memenuhi kehendak Allah s.w.t. maka saat itu juga Allah s.w.t. menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendaki hatinya".